Monday, November 24, 2014

Pengaruh Warna pada Desain dan Karakter

Dalam desain, warna dapat menunjukkan gaya/style sebuah desain:

Warna etnik : warna yang berciri gaya etnik/tradisional, contohnya dominan hijau tua, coklat, dsb.
Warna pop art : warna yang menggunakan warna-warna cerah (khas pop art), seperti perpaduan warna merah, kuning, orang, dsb.
Warna op-art (psikodelik) : warna yang mennggunakan warna-warna yang memberikan efek khusus terhadap mata yang melihatnya( seperti kesan luas/sempit, tinggi-rendah, dsb.). Contoh komposisi warna tersebut adalah merah-biru, merah-hijau, dsb.
Warna posmo (postmodern): warna yang menggunakan warna-warna soft yang mencirikan gaya postmodern. Contoh:perpaduan warna pastel.

dan Warna juga berfungsi untuk memberikan vibrasi tertentu di dalam suatu desain. Begitu hebatnya kekuatan warna, sehingga bisa memberikan efek psikologis kepada semua orang yang melihatnya. Malah di dalam terapi kesehatan, warna tertentu di gunakan untuk membantu pasien menjadi lebih cepat sembuh.


1. MERAH
Merah adalah warna yang kuat sekaligus hangat. Biasanya di gunakan untuk memberikan efek psikologi ‘panas’ , ‘berani’ , ‘marah’ dan ‘berteriak’. Beberapa studi juga mengindentifikasi merah sebagai warna yang sexy.Di dalam desain, kita bisa menggunakan warna merah sebagai aksen karena sifatnya yang kuat. Misalnya, foto hitam putih di berikan aksen warna merah sedikit saja sudah bisa membuat foto tersebut menjadi terlihat berbeda.


2. HIJAU
Hijau adalah warna yang tenang karena biasanya di kaitkan dengan lingkungan dan alam. Di dalam desain, kita bisa menggunakan warna hijau untuk memberikan kesan segar. Dan dengan mudah kita bisa memberikan nuansa membumi dengan kombinasi warna hijau dan coklat gelap.Kalau warna merah di atas bisa di ibaratkan sebagai musik rock dengan hentakan keras dan cepat, maka warna hijau bisa di ibaratkan sebagai musik klasik (atau musik-musik meditasi). Maka itu berhati-hatilah memadukan merah dan hijau, karena akan sedikit bermasalah.



3. BIRU
Biru adalah warna favorit para pria dan termasuk warna yang ‘dingin’. Kalau di dunia desain, biru sering di sebut “warna corporate” karena hampir semua perusahaan menggunakan warna biru sebagai warna utamanya. Tidak heran memang, karena biru merupakan warna yang termasuk tenang  dan bersifat penyendiri.Efek lain warna biru adalah sering di anggap sebagai warna yang sedih (langit biru di malam hari?). Biru juga bisa di pakai untuk menurunkan nafsu makan, karena berkonotasi dengan racun.


4. KUNING
Kuning adalah warna yang ceria, menyenangkan dan menurut saya sedikit ‘melompat-lompat’. Tidak heran warna kuning identik dengan mainan anak-anak. Kuning juga biasanya di gunakan untuk mendapatkan perhatian dari orang yang melihat desain kita.Karena begitu kuatnya warna kuning ini, seringkali di gunakan untuk mendapatkan perhatian orang. Ingat rambu lalu lintas yang memberikan tanda bahaya? Semua di dominasi warna kuning atau merah (yang masih satu garis keturunan).


5. UNGU
Ungu adalah warna yang memberikan kesan spiritual, kekayaan dan kebijaksanaan. Saya jadi ingat desain baju penyihir / dukun / sejenisnya di jaman medieval, kebanyakan di dominasi warna ungu. Ungu juga warna yang unik karena sangat jarang kita lihat di alam.Dengan menggunakan warna ungu kita bisa memberikan kesan unik pada desain kita, baik kita menggunakan secara dominan atau hanya sebagai aksen saja. Kelemahannya adalah sangat susah di padukan dengan warna lain, kita harus ekstra memikirkan warna yang cocok bersanding dengan warna ungu.




6. COKLAT
Coklat adalah warna bumi, memberikan kesan hangat, nyaman dan aman. Namun selain itu, coklat juga memberikan kesan ‘sophisticated’ karena dekat dengan warna emas. Bisa di bayangkan kesan ‘mahal’ desain dengan kombinasi warna hitam dan coklat muda.Dan tidak lupa, coklat juga bisa memberikan nuansa ‘dapat di andalkan’ dan ‘kuat’. Saya membayangkan warna coklat bisa di gunakan di firma hukum sebagai warna utama perusahaan mereka.



7. ORANGE
Oranye adalah hasil peleburan merah dan kuning, sehingga efek yang di hasilkan masih tetap sama, yaitu ‘kuat’ dan ‘hangat’. Warna ini sering di gunakan pada tombol website yang penting, seperti ‘buy now’ , ‘register now’ dan lainnya yang sejenis, istilahnya adalah ‘call to action’ button dari sisi psikologis sebenarnya warna oranye memberikan kesan tidak nyaman, dan sedikit gaduh. Mungkin karena sebab itulah warna ini paling banyak di pakai untuk menarik perhatian orang.



8. MERAH MUDA
Merah muda adalah warna yang feminin, kalau menggunakan warna ini pasti kamu berurusan dengan sesuatu yang bersifat kewanitaan. Efek cinta romantis juga bisa timbul dari warna merah muda ini, agak sedikit berbeda dengan warna merah yang lebih menggambarkan ‘gairah yang berani’.Tetapi banyak juga desainer yang berani menggunakan warna merah muda ini dengan terang-terangan. Misalnya dengan kombinasi hitam dan merah muda sebuah desain bisa menjadi terlihat unik.



9. PUTIH
Putih adalah warna yang murni, tidak ada campuran apapun. Makanya sering di anggap sebagai warna yang menimbulkan efek suci dan bersih. Ketika kita ingin membuat desain yang simple dan minimalis, menggunakan warna putih adalah langkah yang tepat (walaupun bukan cara satu-satunya).


10. HITAM
Hitam adalah warna yang gelap, suram, menakutkan tetapi elegan.elemen apapun jika di taruh di atas background hitam akan terasa lebih bagus (misalnya, pada waktu menampilkan foto, portfolio atau produk). Tapi tidak selalu efektif di dalam kasus tipografi.

Itulah efek-efek sebuah warna.

> SuperHero Color
Beberapa superhero menggunakan warna Merah dan biru, yang membawa kesan Kuat, tegas dan tenang.



Sunday, November 23, 2014

Time to Music by Pentatonix

Check this out guys!, I love this song and also interest with the way they bring it on!

Mary, Did You Know? By Pentatonix


Lyric:

Mary, did you know
that your Baby Boy would one day walk on water?
Mary, did you know
that your Baby Boy would save our sons and daughters?
Did you know
that your Baby Boy has come to make you new?
This Child that you delivered will soon deliver you.

Mary, did you know
that your Baby Boy will give sight to a blind man?
Mary, did you know
that your Baby Boy will calm the storm with His hand?
Did you know
that your Baby Boy has walked where angels trod?
When you kiss your little Baby you kissed the face of God?

Mary did you know.. Ooo Ooo Ooo

The blind will see.
The deaf will hear.
The dead will live again.
The lame will leap.
The dumb will speak
The praises of The Lamb.

Mary, did you know
that your Baby Boy is Lord of all creation?
Mary, did you know
that your Baby Boy would one day rule the nations?
Did you know
that your Baby Boy is heaven's perfect Lamb?
The sleeping Child you're holding is the Great, I Am.


Tuesday, November 18, 2014

Beruntung Vs Bersyukur


Apa itu beruntung? Banyak orang mendefinisikan “beruntung” sebagai salah satu keadaan di mana seseorang bisa dengan mudah mendapatkan sesuatu tanpa bersusah payah. Bila ada kata “untung” maka ada juga kata “sial”. Sial adalah keadaan di mana seseorang selalu mendapat hal buruk terhadap apa yang telah dia kerjakan dengan sungguh-sungguh.

Tuhan yang menyediakan berkat dan kita yang berusaha untuk mendapatkannya. Dalam Amsal 12:27 dikatakan bahwa, “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” Bila kita ingin mendapatkan sesuatu, maka kita harus mengusahakannya terlebih dahulu karena ada berkat yang luar biasa dibalik ketekunan.

Terkadang terlalu banyak orang-orang yang beruntung (diberkati dalam semua usahanya). Mereka terlalu senang dengan kesuksesan yang telah tercapai, namun mereka lupa untuk bersyukur. Mereka lupa untuk berterima kasih kepada Sang Pember Berkat yang juga memberi mereka kehidupan.

Sama seperti ketika Yesus menyembuhkan 10 orang kusta dan hanya seorang saja yang kembail kepada Yesus untuk mengucap syukur (Lukas 17:11-19). Jadilah manusia yang hidup dengan penuh ucapan syukur dalam segala hal karena itulah yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang di kehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.1 Tesalonika 5:18

Sumber: Renungan Harian

Sikap yang membawa kuasa dalam hidup!



Pada suatu hari di sebuah desa yang indah dimana para penduduk hidup dengan rukun dan damai. Semua orang di desa itu hidup dengan berkelimpahan, kelimpahan akan hasil panen tanamannya, kelimpahan akan susu dan madu. Cuaca di desa itu pun sangat baik matahari selalu menyinari tanaman dan bunga yang sedang menikmati hangatnya siraman sang fajar. Hujanpun selalu turun memberi minum tanah dan bunga yang haus. 

Namun pada suatu hari yang tidak disangka-sangka datanglah badai yang kencang. Badai itu dengan satu gigitan memakan seluruh hasil panen para petani. Tidak banyak hasil yang tersisa karena badai itu. Tidak hanya itu, juga desa yang indah itu mengalami hujan yang berkepanjangan. Cuaca seakan berubah begitu derastisnya. Cuaca buruk. Hujan tak henti-hentinya berlalu lalang di desa itu.

Penduduk desa mulai mengeluh dengan keadaan ini. Keadaan yang buruk, hujan yang tiada hentinya. Seolah semua tanah yang telah dibajak, semua benih-benih yang tertanam, semua keringat yang tercucur adalah sia-sia. Banyak petani yang mengeluh karena sedikitnya hasil panen dan banyak juga yang menyerah.

Namun, ada seorang petani yang berbeda, apa yang membuatnya berbeda? Sederhana, yaitu sikap hatinya yang senantiasa mengucap syukur. Petani ini mengerti semua penduduk mengalami keadaan yang sama. Tetapi petani ini walaupun di tengah keadaan yang buruk itu ia tidak mengeluh, ia tidak menyalahkan hujan, tidak menyalahkan angin, tidak menyalahkan tanah. Melainkan terus bekerja dengan harapan sesuatu yang baik akan segera terjadi.

Singkat cerita, badaipun sudah berlalu beberapa waktu dan datanglah seorang pembeli dari kota untuk mencari bahan makanan. Pembeli itu berkeliling desa untuk berbincang-bincang dengan beberapa petani. Beberapa petani itu masih terus mengeluh karena keadaan tersebut yang  hasilnya hanya sedikit dan kurang baik.

Lalu bertemulah pembeli itu dengan petani yang selalu mengucap syukur itu. Karena pembeli itu merasakan sikap yang berbeda dari petani itu, kata-kata yang positif, sikap yang berbeda. Akhirnya pembeli itu memutuskan untuk membeli seluruh hasil panen petani itu.


Cerita ini hanya sebuah fiksi belaka, Namun tahukah saudara bahwa sikap yang bersyukur itu adalah juga sebuah sikap yang hormat dan berserah kepada Tuhan. Suatu cara kita mengatakan terimakasih kepada Tuhan. Tuhan tersenyum ketika anak-anakNya berserah kepadanya.
Terkadang sebuah keadaan tidak bisa kita kendalikan, tapi yang bisa kita pilih untuk lakukkan adalah bersyukur. Dengan bersyukur kita akan memiliki damai dan sukacita dan itulah yang menjadi kekuatan kita.
1 Tesalonika 5:18 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

So, mengucap syukurlah dalam segala keadaan! God is smiling to you !

Monday, November 17, 2014

Business Model Canvas [Elemen2 penting dalam sebuah bisnis]

Business Model Canvas

Mau mulai sebuah bisnis? pelajari dulu metode ini !
Kali ini kita akan membahas tentang, Bagaimana cara kita mengukur sebuah bisnis? apakah bisnis itu sedang sehat? sakit? atau demam??

Kita semua pasti punya sebuah ukuran masing-masing tentang suatu bisnis? mungkin kita dapat ukur dari incomenya? dari profitnya? dari banyaknya jumlah karyawan mungkin? dll. Dalam hal ini tidak ada orang yang benar ataupun salah, karena semua dari kita sebagai pebisnis punya cara pandang masing-masing. Nah, yang ingin saya bagikan kali ini adalah sebuah metode berupa Business Model Canvas.

Tanpa berlama-lama, Yuk kita mulai aja !

Buat kita yang akan memulai suatu bisnis baru atau sedang menjalankan bisnis kadang kita sering bertanya sama diri sendiri atau sama orang kenapa sih bisnis saya ga maju, apa yang salah dengan bisnis saya. Atau saya mendapatkan hasil yang bagus dari bisnis saya saat ini, tapi bagaimana saya mengembangkan bisnis saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengembangakan bisnis ini? Atau bagi yang lebih advance lagi akan bertanya apa strategi bisnis saya yang akan datang? Bagaimana rupa organisasi saya ke depan?

Pertanyaan2 diatas kadang sulit kita jawab karena kita ga punya alat untuk memotret usaha kita. Untuk mengevaluasi rencana bisnis atau bisnis yang kita sedang jalani kta perlu melihat dari sudut pandang yang jelas dan utuh mengenai model bisnis kita. Nah Business Model Canvas adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Dengan tool ini kita seakan melihat bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap dan mendetail apa saja elemen2 kunci yang terkait dengan bisnis kita. Dengan demikian kt bisa melihat gambaran utuh yang sangat membantu dalam menjawab pertanyaan2 seputar bisnis kita. Dengan mengevaluasi satu demi satu elemen2 kunci kita jadi lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis kita.

Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Pada business model canvas ini ada sembilan kotak yang merepresentasikan elemen-elemen kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis.
Kesembilan hal tersebut adalah:
Customer segments
Value proposition
Channel
Customer relationship
Revenue stream
Key resource
Key activities
Key partners
Cost


Yang perlu kita lakukan adalah mengisi elemen-elemen itu.



1. Customer segment

Customer segment adalah kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik untuk menjadi pelanggan kita. Hal yang harus diperhatikan dalam segmentasi pelanggan adalah, kita harus benar2 bisa mendefinisikan secara spesifik siapa segment target pelanggan kita. Segmen target bisa dibedakan berdasarkan hal2 seperti:
Tingkat ekonomi (menengah, atas atau kalo mau lebih spesifik lagi di segmentasi berdasrkan pendapatan atau uang jajan bulanan target konsumen kita)
Umur
Komunitas tertentu (misalnya komunitas sepeda, komunitas pecinta hewan tertentu atau komunitas ibu2 pengajian dll.)
Perilaku khusus dari target konsumen kita (misalnya reaksinya terhadap harga barang, kadang ada perilaku tertentu yang malah suka dengan barang2 mahal, ada juga yang benar2 sensitif terhadap harga pengen yang murah dll.)

Yang penting adalah kita benar2 bisa membagi (segmentasi) target customer kita, karena dengan membagi kita lebih bisa mengerti dan menangkap kebutuhan khusus dan sifat2 target konsumen kita. Inilah yang harus kita tangkap dari calom konsumen kita.. .







2. Value Proposition

*kalo bingung dengan arti value proposition boleh sementara diganti dengan istilah “Produk”

Value proposition atau mudahnya produk, adalah hal yang kita tawarkan ke target konsumen kita. Misalnya kita jualan bahan makanan organik ke komunitas vegetarian, jualan kreasi dari batik untuk anak muda, jualan aplikasi untuk android misalnya, atau kita menawarkan jasa pelatihan bisnis ke mahasiswa dan UKM, atau arsitek yang jualan jasa desain ke pelanggan yang mau renovasi rumahnya dll.

Kenapa lebih cocok disebut value proposition adalah biar kita ga terjebak sama istilah produk yang selalu identik dengan barang, sementara value proposition kan ga selalu tentang barang, dia sifatnya lebih luas seperti jasa arsitek atau jasa konsultasi n pelatihan bisnis, atau jasa fotografi, bahkan gabungan produk dan jasa seperti kalo masang kawat gigi dll.

Ok, sekarang bentuk bisnis kita sudah sedikit terlihat, kita sudah punya apa yang konsumen kita butuhkan dan kita sudah tahu apa yang kita akan tawarkan kepada target konsumen kita.




3. Channel

Ok, saat ini kita udah punya customer segment dan value proposition/produk yang siap ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sekarang adalah bagaimana kita bisa memberikan produk/jasa yang konsumen butuhkan untuk sampai ke tangan mereka?

Untuk menyampaikan value proposition ke konsumen kita perlu channel. Channel adalah cara yang digunakan untuk memberikan value proposition kita ke konsumen. Cara ini bisa sangat bermacam2 tergantung dari segmen konsumen yang kita bidik. Chanel ini adalah salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan, karena kalo kurang tepat kita ga bisa meraih target segmen kita. Channel bisa juga disebut bagaimana cara kita menyampaikan produk kepada konsumen. Channel tersebut bisa berupa penjualan langsung, bisa juga melalui distributor, melalui tenaga marketing, bisa juga melalui website, bisa melalui forum jual beli, atau melalui thread kaskus. 

Macam2 channel bisa dilakukan, makin kreatif kita menciptakan channel penjualan makin besar peluang kita untuk unggul dalam persaingan dan efektif dalam menjaring pelanggan. Kunci dari pemilihan channel ini adalah cara yang tepat untuk menyampaikan value proposistion kepada segmen target kita.



4. Customer Reationship

Salah satu misi marketing adalah untuk terus menambah lagi konsumen yang bisa dilayani. Hal ini tentunya berarti semakin banyak penjualan. Cara untuk mendapatkan, menambah jumlah konsumen dan untuk mempertahankan konsumen agar terus setia dengan kita adalah dengan membuat hubungan baik dengan pelanggan. Ini yang dimaksud dengan customer relationship, yaitu wadah untuk terus berhubungan dan semakin mempererat hubungan dengan pelanggan kita.

Di era nya teknologi informasi dan komunikasi sangat banyak cara untuk membuat hubungan dengan konsumen. Sebut aja website, facebook, twitter, kaskus, thread n forum, bbm, ym, whatsapp dll. Semua itu bisa dijadikan cara untuk menjalin hubungan dengan konsumen. Dengan hubungan yang lancar tersebut kita bisa dengan mudah menyampaikan sesuatu kepada konsumen kita misalnya produk baru, diskon, penawaran khusus dll. Dan yang ga kalah penting adalah kita bisa dapet info tentang apa yang jadi keinginan dari konsumen kita.

Ok, sampai disini kita udah mengisi empat elemen dari sembilan elemen dari bisnis model. Dari empat elemen ini sebetulnya kita sudah bisa merancang dan mengevaluasi apakah bisnis kita ini sudah tepat antara value proposition yang kita tawarkan, segment target yang kita bidik dan channel yang digunakan. semua faktor itu harus selaras dan saling mendukung, keterkaitan dari semua faktor tersebut adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan bisnis kita.

5. Revenue Stream

"sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal"

Oke, setelah kita mengisi lalu mengutak atik keempat elemen di atas kita mulai isi lagi kotak ke lima yaitu revenue stream. Revenue stream ini adalah salah satu yang sangat penting karena inilah nafas yang membut usaha kita tetap hidup.

Kita sudah rancang dengan cermat empat elemen yaitu value proposition (jasa/produk) yang kita tawarkan, lalu dengan jelas kita telah menentukan target segmen (customer segment) yang kita tuju, lalu kita juga telah menentukan channel penjualan kita dan menentukan bagaimana membangun hubungan dengan konsumen (customer relationship). Pertanyaan berikutnya dan salah satu yang terpenting adalah “bagaimana bsnis kita bisa menghasilkan uang?”

Pada umumnya bisnis, terutama perdagangan menghasilkan uang dari keuntungan penjualan, atau kadang disebut laba atau profit. Laba atau profit adalah salahsatu model revenue stream yang sederhana. Profit didapat dari selisih semua pendapatan penjualan (omzet) dikurangi semua biaya. Conto kalo kita jualan makanan buka puasa misalnya es teler, berarti profit secara sederhana adalah semua uang dari penjualan dikurangi biaya bahan+upah kerja+biaya listrik+sewa tempat+kemasan.

Namun demikian tidak semua model bisnis menghasilkan uang dari selisih penjualan-biaya (profit) aja. Misalnya bisnis jasa. Model bisnis perusahaan yang menawarkan jasa tentu tidak menghasilkan uang dari profit (saja) tapi yang lebih utama adalah dari pembayaran atas jasa yang diberikan. Contoh model bisnis jasa ini ada jasa konsultasi, jasa pembuatan desain arsitektur, desain web, biro iklan, jasa fotografi produk dan masi banyak lagi. Ada juga beberapa model usaha yang menghasilkan uang dari komisi, biaya iklan, atau ada juga model pay per click kalo di web advertising ada juga yang menghasilkan uang dari royalty fee, frenchise fee ada juga yang revenue stream nya beberapa dia dapet bayaran jasa + komisi juga dari supplier, misalnya dokter, dia dapet dari pembayaran jasa nya dan juga dapet dari perusahaan obat karena sudah menuliskan resep obat dengan merk tersebut dan banyak model lain dari revenue stream ini.

Syarat dari business model yang bisa hidup adalah jelas bagaimana bisnis ini bisa menghasilkan uang. Jadi kalo kita ditawarin bisnis trus ga jelas revenue stream nya ga jelas bagaimana bisnis tsebut bisa menghasilkan uang, maka ini bukan jenis bisnis yang bisa terus bernafas dan tumbuh.. .if its sounds to good too be true then it is not true, sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal.

6. Key Resource
Kalo di translate Resource kira2 artinya Sumber daya (sumber daya yang utama), maksudnya resource2 yang kt punya, atau kita harus punya. Key resource ini adalah syarat yang harus dipenuhi atau resource yang harus kita miliki untuk melakukan aktivitas utama bisnis kita, kalo kita kehilangan key resource ini bisnis kita ga jalan bro. Mungin ane coba jelasin pake conto aja yah:

misal kmu mulai buka usaha kantin di deket kampus, maka key resource adalah yang harus dimiliki untuk kantin itu jalan, seperti:
tempat usaha/gerai nya, pegawai n juru masak, alat2 masak.

kira2 penjelasan key resource ga terlalu panjang, kayanya akan lebih jelas kalo sambil ngebahas key activities dan key partner, karena ketiga elemen ini saling berhubungan dan bisa juga dibilang ketiga elemen ini adalah kegiatan produksi, atau kegiatan operasi. Inilah kegiatan2 yang bikin usaha kita menghasilkan value proposition.

7. Key Activities
Nah ini adalah apa saja kegiatan utama yang perlu dilakukan agar bisnis kita berjalan, kalo kegiatan ini ga bisa dilakukan ya bisnis ga jalan alias mandek gan. Ini menentukan bisnis kita ini ngapain aja sih kegiatan nya, kalo dilist lumayan banyak lho dan ketauan ntar berarti harus ada orang yang ngerjainnya. dan pertanyaan yang mesti bisa dijawab adalah ..bisakah semua item pekerjaan itu kita lakukan?

Misalnya kita bisnis makanan unik berbahan dasar tempe. nah tentunya kegiatan2 yang perlu dilakukan adalah: beli bahan2, memasak (produksi), mengepak produk tersebut, lalu bikin kemasan, itu dari kegiatan produksi, dari kegiatan marketingjuga kita perlu bikin iklan, ngurus social media marketing nya, lalu melayani pesanan..dan lain2

Lumayan yah ternyata bisnis kecil pun udah cukup banyak kegiatan nya (key activities)

8. Key Partners
Kadang dalam menjalankan usaha, ga semua pekerjaan operasional bisa dilakukan sama kita. Contoh nya gini gan, terusin conto bisnis olahan snack dari tempe ya gan. Nah kita kan ga bikin tempe nya mulai dari bentuk kacang kedelai kan ? kalo udah gede sih perusahaannya bisa aja invest bikin pabrik tempe sendiri, tapi buat perusahaan kecil tentu paling mudah adalah beli tempe dari supplier. Supplier bahan baku ini adalah partner yang menentukan dalam bisnis kita. Key partnership itu maksudnya, gan, kita mesti bisa menentukan siapa yang jadi partner/supplier utama kita.

Menentukan key partners adalah keputusan kita sendiri gan. Apakah kita akan menyerahkan kegiatan kepada partner atau mau kita lakukan sendiri oleh perusahaan.

9. Cost
Cost ini maksudnya semua biaya yang dikeluarkan untuk jalannya usaha kita, gan. Semua kegiatan yang memiliki porsi cukup menentukan dituliskan disini. Biasanya di sini dituliskan biaya bahan baku, biaya gaji pegawai, biaya operasional -listrik, internet, pulsa telepon dll.- yang penting2 aja.




Sumber: Kaskus Business Forum


Pelajaran Tambahan: Video penjelasan Business model canvas




* Kalau ada teman-teman yang ingin ber-diskusi soal bisnis model kanvas silahkan comment di post ini, kita akan membahas sama-sama elemen-elemen sebuah bisnis. :smile





Thursday, May 23, 2013

7 Kiat bekerja menurut amsal Salomo

1. Andalkan Tuhan
Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
2. Carilah PengetahuanAmsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik ; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari. Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.
Amsal 19:20 berkata, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan."
3. Rajin dan Cekatan
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.
Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya".
Amsal 14:23 berkata, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."
4. Berlakulah Jujur dan Benar
Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan".
Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui ".
Amsal 10:16, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa."
5. Jaga Mulut
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan Ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor.
Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran".
Amsal 10:19 berkata, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."
6. Sabar dan Tenang
Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota".
Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
7. Jangan Ingin Cepat Kaya
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah :
(1) Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
(2) Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa;
(3) Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.
Amsal 10:22, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya"
Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."
{sumber : milist}

Sumber: airhidup

Mengatasi Kemarahan



(Amsal 16:32; Efesus 4:26)

Akibat dari sebuah kemarahan sangatlah buruk. Manusia melakukan hal yang paling gila saat mereka marah. pernahkan saudara melihat anak balita marah? Saya pernah menyaksikan kemarahan anak kecil yang kemarahannya begitu mengerikan. Matanya melotot seolah olah ingin menelan dan membunuh orang sekitarnya. Dia marah bukan kepada sesama anak kecil, tetapi kemarahannya itu dilampiaskan kepada orang orang dewasa yang ada disekitarnya. Ketika dia dipegang kuat kuat, dia mengamuk, memberontak. Anak itu baru tenang setelah istri saya yang menanganinya dengan melotot juga.
Pernahkah saudara melihat anak remaja marah? Saya yakin sering kita lihat di televisi. ketika mereka tawuran mengakibatkan snagat banyak kerusakan.
Pernahkah saudara melihat ibu rumah tangga marah? suami marah? orang tua marah? orang terkenal marah? apa hasilnya?

Pernahkah saudara menyaksikan orang yang bisa menguasai kemarahannya? Mereka yang bisa menguasai kemarahannya adalah orang yang hebat. Firman Tuhan mengatakan:” orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai idirnya melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32). Kekuatan dan keberanian yang dibutuhkan untuk menguasai diri dan untuk menguasai kemarahan lebih besar daripada kekuatan yang dibutuhkan untuk menguasai kota. Suatu kali Bill Hybels mewawancarai seorang pahlawan dari perang vietnam. setelah menjawab segala pertanyaan Bill Hybels mengenai perjuangan hidup matinya di memdan perang, tentara itu kemudian bercerita bahwa saat ini dia menghadapi tantangan yang jauh lebih besar, yakni tantangan untuk membangun pernikahannya yang sudah hancur berantakan. Ia mengatakan bahwa dibutuhkan keberanian yang lebih sedikit untuk masuk ke markas musuh di vietnam dariapda menelan harga dirinya dengan mengikuti konseling pernikahan, menghadapi kebenaran tentang dirinya dan pola hubungannya dengan istrinya.
bagaimana dengan saudara? apakah saudara sudah mampu menguasai kemarahanmu? Menguasai diri jauh lelbih baik daripada menguasai kota. Menguasai diri berarti mengendalikan amarah kita.
Bagaimana caranya menangani kemarahan kita? Kebanyakan manusia memilih dua cara untuk menangani kemarahannya yakni dengan memendamnya atau melampiaskannya.
Pertama, memendam kemarahan bukanlah cara yang baik dalam menangani kemarahan
Orang yang memendam kemarahan menganggap bahwa dirinya tidak pernah marah karena dia tidaklah melampiaskan kemarahannya. Mereka yakin bahwa inilah cara yang terbaik dalam menangani kemarahan. Pemahaman seperti ini salah. Mengubur perasaan marah sama dengan membuang limbah beracun di sebuah tempat yang jau di luar kota. orang menganggap bahwa masalah limbah beracun ini sudah beres ketika mereka membuangnya di luar kota. Namun ketika tempat itu sudah penuh dengan limbah limbah beracun, masyarakat mulai mengalami sakit penyakit. Hal ini disebabkan karena pengairan terkontaminasi oleh limbah beracun tersebut. Sama halnya dengan kemarahan yang disimpan, akan meracuni tubuh kita dengan berbagai macam penyakit fisik dan psikis. Hal ini ditemukan ketika sebuah penelitian mendapatkan pasangan yang memendam kemarahan memiliki angka kematian dua kali lebih tinggi daripada pasangan yang saling bersikukuh. Setidaknya itu pengamatan yang dilakukan terhadap 192 pasangan di Amerika Serikat selama 17 tahun! ” Penelitian menemukan, memendam kemarahan meningkatkan penyakit terkait stres seperti serangan jantung dan darah tinggi. Penelitian itu menunjukkan bagaimana marah yang terpendam dalam perkawinan akan berpengaruh pada usia kematian. Angka kematian itu meningkat lagi seiring umur, merokok, berat badan, tekanan darah, problem pernafasan, dan risiko kardiovaskular. Memendam kemarahan akan meracuni bukan hanya fisik melainkan juga jiwa saudara. Orang yang suka memendam kemarahan akan menyatakan kemarahannya itu dalam bentuk lain, yakni bad mood, mudah tersinggung, menarik diri dari hubungan, mencoba memanipulasi orang dengan mengatakan “saya tidak apa-apa” saya tidak marah. Masih banyak efek samping lain jika kita memendam kemarahan. Memendam kemarahan bagaikan menggenggam sebuah bara panas dengan niatan untuk melemparkannya ke seseorang. Sebenarnya dirimu lah yg terbakar.
Memendam kemarahan bukan berarti sudah bebas dari kemarahan. Memendam kemarahan berarti tidak menyalurkan kemarahan itu tetapi masih tetap marah kepada orang tersebut. Musuh kita sebenarnya bukanlah orang yang membenci kita tetapi orang yang kita benci. Ada cerita mengenai seorang lelaki yang dipejara karena tidak bayar hutang. setelah menjalani hukuman selama 5 tahun, dia kemudian dilepaskan. Suatu hari dia mengobrol dengan sahabatnya. Sahabatnya bertanya kepadanya: ”Apakah kamu sudah melupakan orang yang memenjarakanmu” Jawabnya, “belum. Saya masih sangat membenci dia’ Sahabatnya tertawa kecil dan berkata, ”Kalau begitu, dia masih memenjara dirimu.”
Memendam kemarahan tidaklah menyelesaikan kemarahan itu sendiri. Memendam kemarahan hanyalah menunda kemarahan untuk kemudian menjadi dendam kesumat yang berbahaya. Jika kemarahan ini tidak diatasi, maka kelak akan menimbulkan efek yang sangat merusak.
Ada kisah tentang seorang anak laki-laki, ayah dan ibunya sering bertengkar di hadapan anak mereka lalu mereka memutuskan untuk bercerai. Ibu anak ini menikah lagi dengan orang lain. Dalam keluarga yang baru ini, anak ini sering melihat ibunya disiksa oleh ayah tirinya. Kejadian ini membuat dia sangat marah terhadap ayah tirinya itu. Ketika ia beranjak dewasa, anak laki-laki ini masuk sekolah jurusan seni. Gurunya pun yang berasal dari suku yang sama dengan ayah tirinya -mengejek dia dengan berkata bahwa ia tidak masuk hitungan. Kemudian anak laki-laki ini menendang gambar itu dan keluar dari sekolah tersebut dalam kemarahan. Ia memendam kemarahan terhadap suku ayah tirinya. Kemarahannya mendorong dirinya untuk belajar menjadi orang yang hebat. Setelah ia menjadi orang yang hebat, ia membalas semua perbuatan ayah tirinya dan gurunya. Ia membunuh dengan sadis suku tersebut sebagai ungkapan kemarahannya. Ia membunuh 6 juta orang dari suku itu. Anda mau tahu siapa anak laki-laki ini? Dia adalah Adolf Hitler!

Paulus mengingatkan jemaat di Efesus agar jangan memendam kemarahan mereka. Paulus berkata apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Efesus 4:26). Kemarahan tidak boleh dipendam sampai matahari terbenam. Kemarahan harus segera dibereskan sebelum matahari terbenam.
Kedua, Mengatasi kemarahan dengan cara melampiaskannya adalah cara yang salah.
Orang yang melampiaskan kemarahan ini seperti bendungan yang jebol. Mereka tidak akan menyimpan kemarahan yang akan membuat mereka sakit perut atau tidak enak hati. Jika mereka marah maka mereka akan membanting pintu, menendang anjing, membanting piring, mengutuki orang. Mereka tidak peduli ketika orang lain terluka. Mengatasi kemarahan dengan cara seperti ini sangatlah merusak hubungan dan merusak orang lain.
Seorang perempuan yang suka marah-marah berusaha membenarkan kebiasaannya, “Kalau amarah saya sudah bisa meledak, berarti persoalan selesai. Jadi daripada dipendam, lebih baik diluapkan saja. Betul, tidak?” Temannya pun menimpali, “Yah, tapi kemarahanmu itu seperti pistol. Hanya dengan satu ledakan, kerusakan yang terjadi bisa sangat fatal.”
Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya.Suatu hari ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku.
Paku?
Ya, paku!
Sang anak heran.
Tapi, bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak.
Dengan suaranya yang lembut, ia berkata kepada anaknya agar memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali marah.
Ajaib!
Di hari pertama, sang anak menancapkan 48 paku!
Begitu juga di hari kedua, ketiga, dan beberapa hari selanjutnya.
Tapi, tak berlangsung lama.
Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap.
Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan begitu banyak paku ke pagar.
Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil.
Si anak tak lagi pemarah.
Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya.
Sang ayah tersenyum.
Kemudian meminta si anak agar mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari berlalu, dan si anak berhasil mencabut semua paku dari pagar.
Ia bergegas melaporkan kabar gembira itu kepada ayahnya.
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku.
Tapi,lihatlah lubang-lubang di pagar ini.
Pagar ini tidak akan bisa seperti sebelumnya”, kata si ayah bijak.
“Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu membekas seperti lubang ini di hati orang lain.
Tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada”.
Ucap sang ayah lembut namun sarat makna.
Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca-kaca.
Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghujam relung hatinya.
Sangat berbahaya bersahabat dengan orang yang suka melampiaskan kemarahannya ini. Amsal 22:24 mengatakan :” jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah. Mereka yang suka melampiaskan kemarahannya disebut oleh Alkitab sebagai orang bebal.
Kemarahan yang dilampiaskan bukan hanya merusak orang lain, tetapi juga merusak diri kita. Kemarahan yang tidak terkendali dapat menganggu kesehatan dan berpotensi merusakkan diri kita sendiri. Tahukah saudara mengapa Beethoven menjadi tuli? Karena kemarahannya yang tidak terkendali yang menyebabkan ketuliannya. seorang bisnisman mendadak meninggal dunia setelah menumpahkan kemarahannya yang tidak terkendali terhadap istrinya. Para dokter dewasa ini memberitahukan bahwa kemarahan yang tidak terkendali dapat memproduksi racun-racun kimiawi di dalam tubuh kita yang dapat menyebabkan penyakit-penyakit seperti: kanker dan jantung. Orang-orang mudah menumpahkan kemarahannya cenderung beresiko mengalami stroke lebih besar daripada orang-orang yang hidup dalam damai sejahtera Tuhan di hati dan pikirannya. Orang-orang yang menyimpan kemarahan sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang meracuni kehidupan mereka sendiri. Jika kita terus memendam kemarahan, kita tidak sedang menyakiti orang lain, kita tidak sedang menyakiti perusahaan atau boss yang memperlakukan kita tidak adil, kita tidak sedang menyakiti Tuhan. Kita hanya menyakiti diri kita sendiri. Kemarahan yang tidak terkendali dapat menghancurkan harapan dan masa depan saudara Anda. contoh bila anda membuka usaha dagang bersama teman-teman saudara. Kemudian usaha ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Banyak konsumen yang percaya akan produk yang anda jual. Tetapi kemudian muncul masalah dengan rekan bisnis anda yang membuat anda marah besar. Anda mulai ada perselisihan, percekcokan dan perlahan-lahan mengganggu jalannya usaha anda. Karena kemarahan sudah menguasai hati dan pikiran anda, akhirnya anda menutup usaha dan bubarlah usaha tersebut. Segala harapan dan impian untuk memperbesar usaha segera musnah karena kemarahan yang tidak bisa dikendalikan. Kemarahan dapat menghancurkan masa depan saudara. Kemarahan memisahkan hubungan antar keluarga.
Ketiga, Cara terbaik dalam menangani kemarahan adalah menyelidiki diri kita “mengapa kita marah?
Memendam kemarahan ataupun melampiaskannya sama sama tidak dapat menghilangkan kemarahan. ketika seseorang meluapkan kemarahannya bukan berarti setelah itu dia bebas dari kemarahan. Dalam beberapa kasus, pengekspresian kemarahan yang tak terkendali akan menghasilkan kemarahan yang lebih besar lagi. Jika kemarahan dilampiaskan tanpa mencari akar persoalan mengapa saya marah, maka kemarahan itu tidak akan hilang dari diri kita. Satu satunya cara untuk meninggalkan kemarahan adalah dengan belajar dari kemarahan kita. Tanpa pemahaman terhadap akar kemarahan kita, maka kita akna terus berada dalam lingkarang kemarahan. Pertanyaan mendasar yang harus ditanyakan setiap kali kita marah adalah “mengapa saya marah?
Marah adalah sebuah indikator bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Sama halnya dengan tubuh kita. Tubuh kita memiliki juga indikator. Suatu hari saya tidak bisa makan. setiap makanan yang masuk ke dalam perut saya, akan membuat saya mual dan muntah, padahal biasanya tidak seperti itu. Ini artinya tubuh saya memberikan indikator bahwa ada bagian dalam tubuh saya yang tidak beres. Ternyata betul, setelah dicek ke dokter, saya menderita hepatitis A.
Sama halnya dengan kemarahan kita. pada waktu saudara marah, itu artinya ada yang tidak beres di dalam diri jiwa kita, dalam pikiran kita. ketidakberesan ini mesti ditemukan dan harus bisa menjelaskan mengapa saudara marah?. Apakah akar penyebab kemarahan saudara? Saudara mungkin marah disebabkan oleh faktor luar, seperti misalnya marah dengan sikap seseorang yang sombong dan bersikap seperti boss atas diri saudara padahal saudara bukanlah bawahan dia. atau saudara marah karena kemacetan lalu lintas, atau saudara marah karena suami sangat egois. semua penyebab kemarahan tersebut adalah karena faktor eksternal. Penyebab kemarahan bukan hanya dari luar, tetapi juga beradal dari dalam hati. sikap yang tersembunyi itu diusik oleh sesuatu yang dari luar. Agar supaya bisa menangani kemarahan kita, maka yang perlu diatasi adalah faktor internal ini. kita perlu membuka sikap yang tersembunyi ini.
Kita kembali kepada contoh, dimana saudara marah karena seseorang bersikap sombong dan seolah olah menjadi boss atas dir saudara, padahal saudara bukanlah bawahan dia. Tanyakanlah kepada diri saudara, mengapa saudara marah? mengapa saudara marah karena diperlakukan seperti itu? Jika alasan internal saudara adalah harga diri saya disinggung, maka lebih baik saudara jangan marah. Kemarahan dengan alasan itu tidaklah tepat. kita marah bukan karena kebenaran dilanggar, melainkan hanya karena harga diri atau ego atau kesmongongan kita dilanggar. itu artinya, kita sama sombongnya dengan dia yang menyombongkan diri atas diri kita. Kita mesti belajar untuk rendah hati.
Contoh yang lain adalah, suatu hari seorang ibu marah karena suaminya mengantar teman kantornya pulang ke rumah sehingga sang suami tiba di rumah lebih telat dari biasanya, padahal mereka sudah janji akan pergi bersama anak anak ke Mall. ibu itu harus bertanya kepada dirinya sendiri:” mengapa saya marah?. Jika alasannya marah karena ada kebenaran yang dilanggar yakni janji kepada anak anak dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya, maka ibu tersebut pantas untuk merah dan menegur suaminya. atau jika dia marah karena yang diantar oleh suami itu adalah perempuan muda atau janda, maka dia pantas marah, untuk menjaga jangan sampa

i suaminya jatuh ke dalam dosa perselingkuhan. Tetapi jikayang diantar pulang oleh suaminya adalah orang sakit dan susah, seorang pegawai rendahan yang tidak punya uang dan suaminya pun sudah memberitahukan kepadanya sebelumnya bahwa kemungkinan pulang telat, maka ibu itu seharusnya tidak perlu marah karena TIDAK ADA KEBENARAN YANG DILANGGAR.
Tentu ada banyak lagi kasus kasus yang tidak bisa diungkapkan di bagian ini, tapi intinya adalah carilah sikap internal apa yang diganggu sampai kita marah, kemudian nilailah apakah sikap internal yang diganggu itu adalah kebenaran atau bukan? atau sekedar egonya kita saja? Jika kebenaran yang diganggu, maka saudara perlu marah dan menyampaikan kemarahan itu dengan baik serta mengungkapkan alasan mengapa saudara marah. Tetapi jika hanya karena harga diri, ego, dan tidka berkaitan dengan kebenaran, hentikanlah kemarahan saudara itu. semoga, melalui tulisan ini, saudara dapat mengerti bagaimana mengatasi kemarahan.
Salam
Pdt. Yohannis Trisfant.
Artikel ini dikutip dari :

Popular Posts